Jumat, 27 September 2013

Analisis Cukup Mendalam Soal Komentator AHAY


Kemarin-kemarin timnas sepak bola senior dan U-23 Indonesia baru saja menggelar aksi pertandingan persahabatan dengan negara lain. Yang senior lawan Filipina, yang U-23 kontra Brunei Darussalam. Ya semoga aja dengan digelarnya aksi persahabatan ini timnas sepakbola kita nggak ngarep lebih karena udah jelas-jelas disebutin di awal laga ini adalah laga persahabatan, nggak lebih. Yaudalah, perasaan emang susah ditebak.

Selain membuat publik sepak bola tanah air kita senang gara-gara Indonesia menang, ternyata terdapat hal heboh juga nih yang hingga kini menjadi bahan perbincangan orang-orang di dunia maya. Hal hebohnya itu adalah perihal teriakan khas yang sering dilontarkan komentator, Hadi Gunawan.

Buat yang belum tau, komentator Hadi Gunawan ini sering menggunakan kata ‘AHAY!’ di hampir setiap moment menegangkan yang terjadi di lapangan, seperti, “Masih Wanggai, dia berusaha melewati bek lawan, satu-dua bek terlewati, dan AHAY bung! Sangat disayangkan masih melebaaar,” atau juga, “Indonesia melakukan serangan balik, Andik menggiring bola, diumpan kepada Syamsir Alam, masih Syamsir Alam… Syamsir Alaam! AHAY Pemirsa! Gol yang ditunggu akhirnya datang untuk Indonesia.”

Unik memang mendengar seorang komentator yang selama ini kita pandang sebagai pria yang penuh wibawa berteriak ‘AHAY’. Ada hal menarik lain yang coba kami analisis dari ‘AHAY’-nya Bung Hadi ini. Ternyata, kuat-pelannya teriaka ‘AHAY’ Bung Hadi itu tergantung pada kencangnya tendangan pemain. Jadi kalau tendangannya pelan ya cuma, “Ahay pemirsa!”, tapi kalau kencang, “AHAY Pemirsa!!!!!”

Jadi ya walaupun sedang tegang, tetep aja kalau bung Hadi udah ngomong ‘AHAY!’, semua ketegangan penonton pun akan berubah menjadi ketagihan. Iya, penonton jadi ketagihan ngedenger dan niruin suaranya. Jadi ya bukan nggak mungkin dengan naik-daunnya komentator ‘AHAY’ ini, suatu saat nanti dia bakalan punya lagu yang judulnya ‘AHAY’ dan berakhir dengan karir Go Internasional-nya dia. Ya semoga aja nama dia juga nggak ganti jadi Hadi Gunawanz deh ya.

Tapi sekadar saran dari kami nih, pokoknya bung Hadi ini cukup jadi komentator sepak bola aja ya, jangan jadi MC kondangan. Kan nggak lucu nanti pas lagi resepsi dia bilang, “Yak, saat ini dipersilahkan kepada para tamu undangan untuk menyantap makan malam, Bung! Dimohon para tamu undangan ke tempat yang disediakan, Bung! Dan yak, AHAY bung! Terdapat kambing guling di sana, Bung! Cukup banyak yang ngantre, Bung! Sangat disayangkan makanannya cepat habis, Bung! Salam olahraga!”

Satu hal yang masih kami penasaran, bagaimanakah sebenarnya ekspresi Bung Hadi ketika berteriak ‘AHAY’? Karena memang nggak pernah dita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar